SEBENARNYA KEHENINGANPUN SELALU BERTASBIH

Selasa, 09 Juni 2015 Mata Langit
SEBENARNYA KEHENINGANPUN SELALU BERTASBIH
© JavaInBlue.com

JavaInBlue.com - Subhanallah
Walhamdulillah
Wala illa ha illallah
Hu Allah Hu Akbar
Laa haula Walaquwwata ila billahil ‘aliyyil Adzim

Kang Moho Suci
Kang patut Kapuji
Namung siji, tan keno kabagi
Agunge Kang Kuwoso
Kulo manungso, mboten kagungan doyo
Tanpo restu Paduko

Tuhan yang maha suci
Yang paling layak untuk mendapatkan pujian
Hanya satu dan tidak dapat dibagi
Keagungan yang maha kuasa
Kita sebagai manusia, tidak mempunyai kekuatan apapun
Tanpa ijin dan restu dari-Nya

Sebuah kalimat pujian yang sering dilantunkan dan diwiridkan dalam mengisi kekosongan waktu, atau malah digunakan sebagai sarana/mantra/do’a untuk memudahkan jalannya kehidupan, entah sebagai doa keselamatan, mantra pengasihan, atau do’a kesembuhan dan kerejekian. Bukanlah suatu kesalahan dan sah sah saja, karena minimal dapat memberikan sebuah sugesti positif. Dan jika kita mau sedikit mencoba untuk menyelaminya, maka terbukalah rahasia dibalik kalimat kalimat tadi. Bukan sekedar diambil kekuatan gaibnya, tetapi dapat menjadi sebuah gaya hidup dan pola fikir yang lebih positif yang tidak hanya semata mata ditunggangi unsur unsur mistis yang seringkali menyesatkan. Dalam keheningan jiwa, mari bersama kita selami samudra keagungan-Nya ini.

Bagusing ati, pangengeran abdi
Kang Moho Suci, tansah nrësnani
Ya Allah Ya Robbi
Larane ati, lan sengsarane diri
Srono Gusti nyuceni

Keindahan yang memenuhi hati, sandaran kehidupan sang abdi
Yang maha suci, dan selalu mengasihi
Ya Alloh Tuhanku
Penderitaan batin, dan kesengsaraan lahir
Adalah cara Tuhan mensucikan jiwa kita

Subhanallah, Maha suci Alloh. Sering kita wiridkan kalimat ini berulang kali setelah sholat, untuk apa ?
Apa hanya karena ikut ikutan, atau karena ingin mendapat bias - bias gaibnya, atau hanya iseng karena tidak ada kegiatan lain, atau bahkan karena takut pulang ke rumah karena istri marah - marah, karena dikejar kejar penagih hutang, atau....karena ingin dianggap alim. Cobalah kita jujur bertanya kepada diri sendiri. Intinya, banyak dari kita yang tidak paham dengan apa yang kita lakukan.
Tuhan maha suci, kita semua tahu hal itu. Bahwa cahaya kesucian-Nya dapat meleburkan kekotoran jiwa kita saat berdekatan dengan-Nya, ini hal lain yang perlu pula kita pahami. Saya mungkin seorang maling, Anda mungkin seorang pembohong dan kita enggan mendekat kepada Tuhan hanya karena merasa kotor. Kita malu dan takut untuk berdo’a padahal kita masih butuh itu.
Saudaraku ....mari bersama kita pahami, Dia bukan hanya maha suci tetapi juga maha mensucikan.
Dia yang maha pengasih tidak pernah menyengsarakan kita, sadarilah bahwa penderitaan batin dan kesengsaraan lahir terjadi karena ulah kita sendiri. Alam bekerja sesuai hukum dasarnya, siapa menanam maka dia akan menuai. Semua penderitaan dan kesengsaraan itu hanya cara jiwa kita mensucikan dan memurnikan dirinya. Karena pada hakekatnya semua jiwa secara alami sedang menjalani perjalanan menuju penyatuan dengan Sang Jiwa Agung. Innalillahi Wainna illaihi roji’un.
So ... masih perlukah kita lari dari penderitaan.
Why ... tidak kita coba terus berjuang dengan segenap kemampuan yang ada untuk menuntaskan hidup yang diamanatkan kepada kita, dan menyerahkan sepenuhnya hasil perjuangan kita kepada-Nya.


Allah ya Robbi, ngaturaken puji
Mugi katampi, anggen dalem ngabekti
Nampi dening pepesti
Awit pepesti kanggo dimangerteni
Sandange urip, rejeki lan pati

Alloh Tuhanku, kupersembahkan pujian ini
Mudah mudahan Engkau menerimanya, sebagai wujud baktiku
Menerima kepastian dari-Mu
Sebab kepastian seharuslah dipahami
Sebagai ketetapan dari kehidupan, rejeki dan kematian

Alhamdulillah. Segala puji bagi Alloh. Kita ucapkan ini manakala kita sedang mendapatkan kebahagiaan dari Tuhan. Bukankah semua yang diberikan Tuhan atas hidup kita adalah anugrah buat kita. Kesengsaraan, kelapangan, penderitaan dan kebahagiaan yang kita alami ini pemberian siapa ???
Menerima segala kepastian yang Dia tetapkan dengan segala kelapangan dada adalah salah satu wujud pengabdian tertinggi kita sebagai seorang hamba.
Masihkah kita akan terus mengeluh ???.......

Kang Moho Tunggal, manjing lan manunggal
Mboten bakal ninggal, mboten saget katinggal
Tan keno karapal
Badhe katingal
Yen pikir sampun medal
Mung ati kang kepareng budhal

Yang maha tunggal, bersemayam dan menyatu di dalam jiwa
Tidak akan meninggalkan ataupun kita tinggalkan
Tak bisa diucapkan
Akan terlihat
Apabila pikiran telah hening
Karena hanya kesucian hati yang diijinkan menemui-Nya

La illa ha illallah. Tidak ada Tuhan melainkan Alloh. Bahkan saya lebih nyaman bila mengartikan “Tidak ada sesuatu selain Alloh”.
Di dalam jiwa setiap makhluk ditiupkan roh-Nya. Dia yang meliputi dan diliputi. Dia berada diluar dan di dalam. Nama-Nya tak terucapkan, wujud-Nya tak terlukiskan dan keberadaannya tak terdefinisikan. Dia yang menyertai kita saat beramal juga menyertai kita saat menghinakan diri. Lantas kedekatan seperti apa yang akan kita kejar ?
Bagaimana kita dapat menemuinya ???
Akan kita sadari keberadaannya apabila kita telah menyadari bahwa sesungguhnya kita tak pernah ada. Karena Dia yang meliputi juga diliputi. Suatu peleburan jati diri yang seutuhnya. Dialah Sang Keheningan Agung.

Kang Moho Agung, Kang Moho Suwung
Teteping dunung, jagad kagulung
Lempung kasonggo balung
Urip mung langkung
Ojo ngaboti lesung
Sengsoro bakal nggunung

Tuhan yang maha agung, yang maha hening
Menetap di suatu tempat, dimana isi semesta bersemayam di dalamnya
Tanah liat yang disanggah oleh rangkaian tulang
Hidup hanyalah untuk dilalui
Janganlah terlalu mengejar kehidupan dunia
Karena kesengsaraan akan menjadi sahabat bagi kehidupan

Allohu akbar. Tuhan maha agung. Ibarat melihat bayangan matahari di dalam tempayan, seperti itulah hakikat diri kita. Bahwa bayangan tak akan lepas dari Sang sumber bayangan. Keberadaan bayangan menunjukkan keberadaan Sang Sumber Bayangan. Mendandani tempayan tidak akan meningkatkan kualitas bayangan-Nya, tapi justru memberi beban batin karena mengejar kepuasan semu. Cukup bila kita jaga agar tempayan tidak bocor dan jangan terlalu sering digoyang goyang agar kotoran dalam air dapat mengendap sehingga bayangan yang nampak semakin jernih seiring jernihnya air di dalam tempayan.

Laku sak laku, ojo grusa grusu
Yen nemu dalan buntu
Tetepo mituhu, weningake ciptamu
Nyuwuno pangëstu
Marang kang duwe wektu
Byar, sampurno uripmu

Mengambil setiap langkah kehidupan janganlah selalu terburu buru
Jika menemukan jalan buntu
Tetaplah setia, heningkanlah batinmu
Mohonlah restu
Kepada pemilik waktu
Niscaya, sempurnalah hidupmu.

Laa haula Walaquwwata ila billahil ‘aliyyil Adzim. Tiada daya dan
kekuatan apapun selain atas ijin Allah semata. Kehidupan ini telah digariskan. Berusahalah sekuat tenaga untuk menuntaskannya secara benar. Karena perjuangan kita ini adalah wujud sujud dan persembahan kita kepada-Nya atas kelengkapan karunia yang telah dianugrahkan pada diri kita. Dan biarlah keheningan menuntun setiap langkah kita dalam mengarungi gugusan kehidupan yang kita seberangi.
Saudaraku....ingin rasanya saat ini aku memelukmu .....dan kita
nyanyikan bersama TEMBANG ILIR ILIR dalam keheningan abadi.
Lir Ilir, Lir Ilir
Tanduré wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh pengantèn Anyar
Cah angon.......
Pènekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu pèneken
Kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro.........
Kumitir bedahing pinggir
Dondomono jrumatono
Kanggo sebo mengko soré
Mumpung padang rembulané
Mumpung jembar kalangané
Yo............
Surako......
Surak........
Hiyo..........
Mudah mudahan wirid diatas bisa benar benar mengantarkan kita menyusuri lembah lembah keheningan saat kita mulai melantunkannya lagi dengan kesadaran yang baru. Gemerincing lonceng angin di luar jendela kamarku menutup tulisan ini. Wassalam.


MATA LANGIT 26-08-06

Kumpulan Berita

#Renungan

Komentar Anda

Berita Terkait

Lihat semua berita terkait...

Berita Terbaru

Trending

Most Shares